Sunday, June 6, 2010

Vision Board: Antara Over Confidence dan The Power of Dream

Finally… setelah lama berhibernasi di dalam gua kemalasan(hehe…), saya mendapatkan spirit untuk kembali memposting sesuatu ke dalam blog tercinta ini. Sebenarnya terlalu banyak ide dan unek-unek yang ada di kepala saya. Sampai-sampai saya bingung mana dulu yang mau saya share-kan di blog ini. Dan ditambah berbagai hal, diantaranya karena banyak sekali tugas kuliah yang selalu membuat akhir pekan saya sibuk (atau sok sibuk?) maklum tanpa terasa saya sudah ada di penghujung semester 6!!!, dan juga karena beberapa kegagalan yang harus saya alami… saya jadi malas sekali untuk sekedar say-hi di blog saya sendiri. Parah ya?

Kali ini saya ingin membagi pengalaman yang bagi saya ibarat ‘special gift’ yang diperuntukkan Tuhan khusus untuk saya. Cieee…, hehe lebay sedikit nggak papa kan? Mumpung lagi bahagia!  


Cerita berawal ketika saya mengikuti beberapa kompetisi menulis blog beberapa bulan yang lalu. Pengalaman baru memang, sebagai seorang blogger amatir saya memberanikan diri mengikuti lomba blog. Saya pikir, tak berbeda jauh dari lomba menulis biasa. Maka karena kebetulan ada beberapa event lomba blog yang tengah digelar, saya pun dengan semangat 45 mengikuti satu per satu setiap kompetisi. Pertama lomba blog Kompas Muda, lalu Lomba Blog UII, menyusul lomba blog HTR, lomba menulis cerita anak Erlangga, lomba Kompetiblog Neso, dan lomba blog menulis tokoh inspiratif. Semua saya ikuti dengan kesungguhan niat dan totalitas usaha dalam membuat tulisan yang menurut saya layak untuk diikutkan dalam lomba-lomba tersebut. 


Cerita berpindah ke kamar saya (lho?), sembari menunggu hasil lomba-lomba tersebut, saya iseng-iseng (sebenarnya serius juga sih…) membuat sebuah vision board di kamar saya. Ide ini terinspirasi dari sebuah cerita dalam buku The Secret. Bagaimana seseorang bisa meraih apa yang ia impikan selama ini karena ia membuat sebuah vision board, dan menuliskan impiannya itu disana. Setiap hari, ia memandangi tulisannya dan menghayati serta berusaha meyakini bahwa ia akan mendapatkan apa yang ia tulis disana. Dan foila! The miracle happens! He got all of his dreams! Tentu bagi saya, dengan bantuan dan kemurahan Tuhan disamping kekuatan keyakinan dalam diri kita. Dan begitulah, saya berusaha melakukan apa yang dilakukan orang itu. Saya menuliskan keinginan saya menjuarai lomba-lomba tadi. Dengan hati agak ragu dan malu-malu karena takut dibaca orang lain, saya bulatkan tekad untuk menuliskan semua yang saya impikan di papan visi saya. Saya ingin memantaskan diri saya untuk meraih itu semua, begitulah petuah dari Pak Mario yang super. Hehe… , dan ini dia hasilnya pemirsa:

 vision board yang sempat saya telantarkan... ^_^

Dan hari pun berganti bulan, namun pengumuman lomba belum juga muncul. Semua impian itu masih sebatas nangkring di vision board yang saya pandangi tiap sebelum tidur (Norak? Biarin…). Beberapa kali ada teman yang memergoki vision board saya. Dan jika sudah begitu, saya akan menghindar karena malu setengah mati. Saya takut dibilang ke-pede-an, over confidence! Apalagi bila teman saya sampai menyinggung-nyinggung poin ke empat di vision board saya tentang impian saya menjadi juara Kompetiblog Neso dan berhak mendapat kesempatan mengikuti Summer Course di Belanda selama dua minggu. Ampuuuun !!! Saya minder tapi setengah mati memimpikannya. Dan saya pun akan langsung mengalihkan pembicaraan untuk menyelamatkan harga diri saya. Hehe…

Namun ternyata meraih impian itu tak semudah memasang vision board di dinding. Maksud saya, meski saya berusaha meyakini bahwa impian-impian itu akan saya dapatkan, namun ternyata kenyataan tak seindah harapan saya. Pengumuman: saya kalah sodara-sodara! Saya gagal di Lomba Blog Kompas Muda, saya gagal di Lomba Blog HTR, saya gagal di lomba menulis cerita anak Erlangga, saya gagal di lomba blog tokoh inspiratif, dan yang paling pedih… saya kalah telak di Kompetiblog Neso!!!! Hiks… hiks… hiks…(pura-pura nangis). Meski saya tak sampai nangis sampai berguling-guling, tapi hati saya yang gerimis. Cieee…., saya jadi sanksi sekaligus ilfeel dengan vision board saya. Apakah benda itu hanya akan mempermalukan saya? Sepertinya begitu…Maka dengan hati teriris-iris, saya mulai cuek dengan vision board saya. Dan alam pun seperti tahu betapa murkanya saya. Maka di suatu siang bolong yang terik, tiba-tiba angin berhembus kencang melalui kisi-kisi jendela (lebayyyy mode on…) dan dengan hebatnya merobohkan vision board saya. Benda yang sempat saya agung-agungkan itu jatuh berserakan di lantai karena sang angin yang seperti mengerti kesalnya hati saya. Hehe… 

Maka selama beberapa hari ke depan, vision board saya biarkan tergeletak tak berdaya di lantai. Saya benar-benar tak peduli lagi dengan beberapa poin impian yang masih tertulis disana karena belum sempat saya hapus. Dan hari-hari pun saya lalui dengan semangat senin-kamis. Saya berusaha lebih fokus ke tugas-tugas kuliah, saya ingin melupakan cek-cok saya dengan si vision board yang menipu itu!

Hingga dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 5 Juni, sesuatu merubah pandangan saya. Saya teringat… bukankah masih ada satu pengumuman lomba lagi yang masih saya tunggu? Ya. Saya lupa, pengumuman lomba blog UII baru akan diumumkan 4 Juni kalau tidak salah. Maka pada pagi hari tanggal 5 Juni saya iseng pergi ke warnet, sekedar ingin tahu siapa yang memenangkan lomba Blog UII. Kebetulan hari tengah libur dan saya sedang free dari tugas kuliah (maksud saya, malas ngutek2 tugas gitu lho…). Pertama, seperti biasa saya membuka akun di facebook dulu. Beberapa saat sibuk membalas comment beberapa teman dan approve friend-request yang ada di list. Setelah puas, saya pun meng-klik blog tercinta. Sekedar ingin mengecek apa ada visitor baru (Maklum blog sepiiii…. Hehe). Saya tak langsung mengecek Blog UII karena dalam hati saya tak ingin sakit lagi, saya pikir tak mungkin saya menang, kalau saya menang sudah pasti sebelumnya saya dihubungi oleh panitia lomba lewat telpon.

Namun coba tebak apa yang saya temukan di shout-box blog saya? Seseorang meninggalkan pesan yang bunyinya kira-kira begini: “Selamat ya sudah menang di lomba blog UII”. Membacanya, jantung saya langsung berdegup kencang. Pemenang? Yang benar saja? Orang ini ngomong apa sih? Jangan-jangan orang ini nipu, pula! Awas kalau cuma ngerjain! Tapi buat apa dia ngerjain saya? Kenal saja tidak? Maka dengan hati dag-dig-dug tak keruan, saya langsung mengecek ke blog UII langsung. Dan dengan harap-harap cemas menunggu karena si kompi warnet loadingnya lama, saya bertanya-tanya… kalau benar saya menang, dapat juara berapa ya? Apa mungkin sesuai keinginan saya yakni juara dua ( maklum hadiah juara dua adalah Blackberry sodara-sodara!!!). Ah, tapi kayaknya saya nggak mungkin dapat juara dua deh… mungkin cuma dapat juara harapan yang paling buncit. Hehe…

Ketika saya akhirnya sampai di page blog UII, ternyata benar pemirsa! Nama saya tercantum dalam daftar pemenang. And guess what… I am on the second line!!!! Dengan kata lain, saya benar-benar berhasil jadi juara 2 Lomba Blog UII 2010 (catatan: it’s means that I am deserve to get a Blackberry) . Persis sesuai dengan yang saya tulis di vision board saya. Refleks saya ketawa-ketiwi sendiri setelah tak lupa mengucap syukur Alhamdulillah pada yang kuasa dan tak henti keheranan. Ini benar-benar diluar perhitungan saya. Saya pikir saya sudah keluar dari permainan vision board ini. Saya pikir saya sudah memutuskan untuk berhenti berharap. Namun ternyata Tuhan menghendaki lain…

Well, inti dari cerita saya ini bukan terletak pada blackberry atau berhasilnya saya di lomba blog UII. Saya hanya ingin menggaris bawahi bahwa vision board itu bukan benda remeh yang pantas ditelantarkan di lantai kamar tak terurus, hihi…. Saya hanya ingin berbagi cerita dan keyakinan, bahwa jika kita benar-benar berusaha dan tak pernah berhenti berharap serta bermimpi… maka segala yang kita inginkan pasti akan diurus Tuhan untuk menjadi milik kita pada saat yang tepat (tentunya…). See… meski saya sempat labil karena gagal bertubi-tubi, namun Tuhan tahu usaha dan impian saya… Dia yang selalu mendengar bisikin hati kita akan dengan murah hati memberi apa yang kita pinta. Sejauh kita tetap berusaha, berdoa, dan tak pernah berhenti bermimpi. Dan vision board… bagi saya ia adalah salah satu point paling penting untuk terus menjaga hati saya agar tidak labil dan lemah dalam proses bermimpi.

Jadi, kalau boleh saya tahu… siapa yang tertarik bikin vision board setelah membaca tulisan ini? Percayalah, miracle will comes and brighten your life! Trust me… ^_^

Cheers,
Robita Asna

No comments:

Post a Comment